ANALISIS NERACA PEMBAYARAN 2015-2017 PEMERINTAH INDONESIA

Picture source:aimsuccess.in
Sebagai Hasil analisis yang dilakukan penulis terkait neraca pembayaran, penulis mencoba menyuguhkan hasil diskusi terkait hal tersebut dalam sebuah artikel dibawah ini. pada intinya penulis berharap artikel ini bisa memberi manfaat bagi pembaca serta mampu menjadi sumber bagi siapapun untuk melakukan reset ilmiah lanjutan terkait neraca pembayaran ditahun tahun berikutnya.

   

 

ANALISIS NERACA PEMBAYARAN 2015-2017  INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Semakin meluasnya globalisasi membuat ketergantungan antar Negara semakin tinggi, Indonesia sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, keadaan dan perkembangan perdagangan luar negeri serta neraca pembayaran internasional tidak bisa lepas dari hal-hal yang sedang dan akan berlangsung di dalam percaturan ekonomi global. Keyakinan bahwa perdagangan luar negeri akan memberikan sumbangan positif kepada kegiatan ekonomi negara telah diyakini dikalangan ahli-ahli ekonomi. Ahli-ahli ekonomi yang hidup disekitar abad ke-16 dan ke-17 berpendapat bahwa perdagangan yang lebih mengenai pentingnya peranan perdagangan luar negeri dalam perekonomian. Situasi dan kecenderungan umum perekonomian dapat dipastikan akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Perekonomian dunia yang lesu akan melesukan pula perdagangan antar negara di dunia, termasuk Indonesia. Hubungan ekonomi dengan luar negeri adalah bagian dari hubungan internasional secara luas, yang mencakup juga hubungan politik, militer, pendidikan dan kebudayaan. Bagi negara sedang berkembang seperti Indonesia, terlebih dengan system ekonomi terbuka, memungkinkan hubungan ekonomi dengan luar negeri terjadi. Hampir setiap hari dalam surat kabar kita baca bagaimana hubungan-hubungan ekonomi dengan luar negeri baik secara bilateral maupun multilateral itu terjadi Hubungan ekonomi dengan luar negeri ini memberi pengaruh terhadap perekonomian dalam negeri. Ada pengaruh buruk, tapi juga ada pengaruh menguntungkan. Hubungan ekonomi internasional menyangkut transaksi barang, jasa modal, moneter, alat pembayaran dan semuanya berpengaruh terhadap ekonomi dalam negeri.
a. Setiap negara selalu berbeda bila ditinjau dari sumber daya alamnya,
b. iklimnya, letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga,
c. keadaan struktur ekonomi dan sosialnya. Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan
d. negara yang satu dengan negara yang lainnya saling membutuhkan sehingga
e. terciptalah perdagangan internasional. Perdagangan internasional merupakan
f. salah satu aspek penting dalam perekonomian suatu negara, karena selain dapat
g. memenuhi kebutuhan dalam negeri, perdagangan internasional juga merupakan
h. salah satu sumber pendapatan

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian Neraca Pembayaran
2. Apa saja jenis-jenis Neraca Pembayaran?
3. Apa saja komponen yang terdapat dalam Neraca Pembayaran?
4. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Neraca Pembayaran?
5. Apa dan bagaimana kondisi perekonomian indonesia jika dilihat dari analisis Neraca Pembayaran tahun 2015-2017?

C. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa dan bagaimana kondisi perekonomian indonesia periode 2015 sampai dengan 2017 jika dilihat dari neraca pembayaran.

LAPORAN ANALISIS NERACA PEMBAYARAN 2015-2017 INDONESIA

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN NERACA PEMBAYARAN

Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya 1 tahun ). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item item finansial. Dan untuk menyusun neraca pembayaran luar negeri atau neraca pembayaran internasional, perlu dibedakan antara debit dengan transaksi kredit.

B. JENIS-JENIS NERACA PEMBAYARAN
Secara umum, neraca pembayaran terbagi menjadi tiga jenis, antara lain :
1. Neraca Pembayaran dan Perdagangan Defisit
Neraca pembayaran defisit adalah neraca pembayaran yang menunjukkan jumlah transaksi pembayaran luar negeri (disebut transaksi debet) lebih besar dibandingkan transaksi penerimaan dari luar negeri (disebut transaksi kredit).
2. Neraca Pembayaran dan Perdagangan Surplus
Neraca pembayaran dan perdagangan surplus adalah neraca pembayaran yang menunjukkan transaksi debet lebih kecil dibandingkan transaksi kredit.
3. Neraca Pembayaran dan Perdagangan Seimbang
Neraca pembayaran dan perdagangan Seimbang adalah neraca pembayaran yang menunjukan transaksi debet sama dengan transaksi kredit.

C. KOMPONEN DALAM NERACA PEMBAYARAN

Neraca pembayaran memiliki beberapa komponen, yaitu current account (transaksi berjalan), dan capital account (transaksi modal).
a. Current Account
Current Account adalah semua transaksi barang dan jasa yang dicatat dalam neraca perdagangan, jika neraca transfer tidak ada atau nol. Adapun komponen yang ada dalam current account adalah sebagai berikut:
• Neraca perdagangan barang (visible trade), yang terdiri atas barang-barang dan emas tidak moneter.
• Neraca jasa (invisible trade), yaitu pembayaran imbalan terhadap pemakaian faktor-faktor produksi yang terdiri atas ongkos pengang kutan dan asuransi, hasil turisme, pendapatan modal, pemerintah, pos dan telekomunikasi, serta jasa-jasa lainnya termasuk pembayaran bunga utang.
Transaksi berjalan yang surplus menunjukkan bahwa pada neraca perdagangan jumlah ekspor lebih besar daripada impor. Sebaliknya, jika neraca perdagangan defisit berarti impor lebih besar daripada ekspor.
b. Capital Account
Hal-hal yang termasuk ke dalam transaksi capital account, yaitu semua catatan yang berisi transaksi modal sebagai berikut:
- Sektor publik, yang meliputi:
• Penerimaan pinjaman dan bantuan.
• Pelunasan pinjaman.
- Sektor swasta, yang meliputi:
• Penanaman modal langsung investasi portofolio.

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NERACA PEMBAYARAN
Faktor-faktor yang menimbulkan ketidakseimbangan neraca pembayaran antara lain sebagai berikut:
• Perubahan Kurs Devisa
Jika neraca pembayaran defisit, maka kurs valuta asing mengalami kenaikan dan kurs rupiah mengalami penurunan. Dan bila terjadi surplus, maka kurs valuta asing mengalami penurunan dan kurs rupiah mengalami kenaikan.
• Perubahan Harga
Jika ekspor lebih besar daripada impor berarti barang yang ada di dalam negeri sangat laku terjual di luar negeri, maka harga barang dalam negeri menjadi meningkat.
• Perubahan Tingkat Pendapatan
Ekspor merupakan komponen pendapatan nasional, sehingga berubahnya nilai ekspor akan mengakibatkan berubahnya pendapatan nasional.

E.    ANALISIS NERACA PEMBAYARAN TAHUN 2015-2017.
Berikut kami sajikan data neraca pembayaran indonesia tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 sebagai data wal dalam memulai analisis
ITEMS
2015
2016
2017
Total
Tw.I
Tw.II
Tw.III
Tw.IV
Total
Tw.I*
Tw.II*
Tw.III*
Tw.IV**
Total
I. Transaksi Berjalan
A. Barang
- Ekspor
- Impor
1. Barang Dagangan Umum
- Ekspor, fob.
- Impor, fob.
a. Nonmigas
-   Ekspor, fob
-   Impor, fob
b. Migas
-    Ekspor, fob
-    Impor, fob
2. Barang Lainnya
- Ekspor, fob.
- Impor, fob.
B. Jasa - jasa
- Ekspor
- Impor
C. Pendapatan Primer
- Penerimaan
- Pembayaran
D. Pendapatan Sekunder
- Penerimaan
- Pembayaran
II. Transaksi Modal
- Penerimaan
- Pembayaran
III. Transaksi Finansial
- Aset
- Kewajiban
1. Investasi Langsung
a. Aset 5)
b. Kewajiban 5)
2. Investasi Portofolio
a. Aset
b. Kewajiban
- Sektor publik2)
- Sektor swasta3)
3. Derivatif Finansial
4. Investasi Lainnya
a. Aset
b. Kewajiban
- Sektor publik2)
- Sektor swasta3)
IV. Total (I + II + III)
V. Selisih Perhitungan Bersih VI. Neraca Keseluruhan (IV + V)
VII. Cadangan Devisa dan yang terkait 4)
A. Transaksi Cadangan Devisa
B. Kredit dan Pinjaman IMF
C. Exceptional Financing
Memorandum:
- Posisi Cadangan Devisa
Dalam Bulan Impor dan Pembayaran Utang Luar Negeri Pemerintah

- Transaksi Berjalan (% PDB)

-17,519

-4,634

-5,570

-4,951

-1,797

-16,952

-2,178

-4,797

-4,557

-5,761

-17,293
14,049
2,598
3,733
3,892
5,095
15,318
5,637
4,839
5,256
3,161
18,892
149,124
33,042
36,287
34,898
40,243
144,470
40,764
39,170
43,393
45,561
168,887
-135,076
-30,444
-32,554
-31,006
-35,147
-129,152
-35,127
-34,331
-38,137
-42,400
-149,995
13,319
2,302
3,501
3,675
5,266
14,744
5,472
4,579
5,039
2,903
17,993
147,725
32,703
35,983
34,561
39,857
143,105
40,439
38,814
42,825
44,928
167,006
-134,406
-30,401
-32,482
-30,886
-34,592
-128,360
-34,967
-34,235
-37,785
-42,025
-149,013
19,023
3,203
4,938
5,003
6,371
19,516
7,649
6,119
6,320
5,204
25,293
130,541
29,849
32,753
31,292
36,294
130,188
36,480
35,390
38,959
40,604
151,433
-111,518
-26,646
-27,815
-26,289
-29,923
-110,672
-28,831
-29,271
-32,639
-35,399
-126,140
-5,703
-901
-1,437
-1,328
-1,106
-4,772
-2,177
-1,540
-1,281
-2,301
-7,300
17,184
2,854
3,230
3,269
3,563
12,916
3,960
3,423
3,865
4,325
15,573
-22,887
-3,755
-4,667
-4,597
-4,669
-17,688
-6,137
-4,964
-5,146
-6,626
-22,873
730
295
231
217
-170
574
165
260
216
258
899
1,400
339
304
337
386
1,365
324
356
568
633
1,881
-670
-44
-72
-120
-556
-792
-159
-96
-352
-375
-982
-8,697
-1,172
-2,450
-1,724
-1,739
-7,084
-1,230
-2,246
-2,091
-2,296
-7,864
22,221
5,773
5,308
5,801
6,441
23,324
5,825
5,553
6,521
6,769
24,668
-30,918
-6,945
-7,758
-7,525
-8,180
-30,407
-7,055
-7,800
-8,611
-9,066
-32,532
-28,379
-7,291
-7,970
-8,124
-6,263
-29,647
-7,723
-8,390
-8,904
-7,821
-32,838
2,822
713
861
1,177
1,298
4,048
1,599
1,634
1,520
1,688
6,441
-31,201
-8,003
-8,830
-9,300
-7,561
-33,695
-9,322
-10,024
-10,424
-9,509
-39,279
5,508
1,231
1,116
1,004
1,109
4,460
1,138
1,001
1,182
1,196
4,517
10,362
2,447
2,540
2,373
2,472
9,832
2,356
2,498
2,555
2,601
10,010
-4,853
-1,217
-1,423
-1,368
-1,363
-5,371
-1,217
-1,497
-1,374
-1,405
-5,493
17
1
6
6
29
41
0
5
19
22
46
17
1
6
6
29
41
0
5
19
22
46
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
16,843
4,419
7,102
10,059
7,726
29,306
6,933
5,608
10,770
6,523
29,834
-21,489
-659
-4,768
3,086
18,261
15,920
-4,273
-8,063
-3,965
-1,696
-17,998
38,332
5,077
11,870
6,973
-10,534
13,386
11,206
13,671
14,735
8,219
47,832
10,704
2,827
3,174
6,594
3,541
16,136
2,924
4,553
8,069
4,605
20,151
-9,075
-370
-1,372
466
12,870
11,594
-395
-112
-933
-486
-1,927
19,779
3,197
4,545
6,129
-9,329
4,542
3,319
4,665
9,003
5,092
22,078
16,183
4,438
8,304
6,563
-309
18,996
6,572
8,133
4,069
1,887
20,662
-1,268
-167
402
1,938
46
2,218
-983
-216
-693
-1,379
-3,270
17,451
4,605
7,902
4,625
-355
16,778
7,555
8,349
4,762
3,266
23,932
17,386
4,919
7,213
3,211
1,492
16,835
6,437
4,530
6,107
4,804
21,877
65
-314
690
1,414
-1,847
-57
1,119
3,820
-1,345
-1,538
2,055
20
-22
-25
-28
66
-9
-72
25
-12
-69
-128
-10,064
-2,825
-4,351
-3,070
4,429
-5,817
-2,491
-7,103
-1,356
99
-10,851
-11,812
-398
-3,969
522
5,344
1,499
-3,080
-7,858
-2,428
124
-13,242
1,748
-2,426
-382
-3,592
-915
-7,316
589
755
1,071
-25
2,391
-190
-25
-1,255
-1,094
5
-2,369
121
-923
48
-597
-1,353
1,938
-2,402
872
-2,498
-919
-4,947
468
1,679
1,024
573
3,744
-659
-215
1,537
5,114
5,958
12,394
4,755
816
6,232
785
12,588
-439
-72
625
594
-1,453
-305
-241
-77
-873
189
-1,002
-1,098
-287
2,162
5,708
4,505
12,089
4,514
739
5,359
974
11,586
1,098
287
-2,162
-5,708
-4,505
-12,089
-4,514
-739
-5,359
-974
-11,586
1,098
287
-2,162
-5,708
-4,505
-12,089
-4,514
-739
-5,359
-974
-11,586
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

105,931

107,543

109,789

115,671

116,362

116,362

121,806

123,094

129,402

130,196

130,196
7.4
7.7
8.0
8.5
8.4
8.4
8.6
8.6
8.6
8.3
8.3
-2.03
-2.14
-2.41
-2.03
-0.75
-1.82
-0.90
-1.90
-1.73
-2.23
-1.70

A. Transaksi Barang
Secara umum sektor barang dalam neraca pembayaran Indonesia tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016 yaitu dari USD15,3 miliar menjadi USD18,8 miliar. Total ekspor barang pada tahun 2017 yaitu sebesar USD168,8 miliar sedangkan total impor barang pada tahun 2017 sebesar USD149,9 miliar.
Penyumbang ekspor terbesar yaitu dari sector nonmigas dengan total ekspor USD151,4 miliar atau sekitar 89% dari total nilai ekspor barang. Sector nonmigas juga mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2016, dimana meningkat sekitar 16% dari USD130,2 miliar menjadi USD151,4 miliar. Untuk keseluruhan 2017, surplus neraca perdagangan nonmigas mencapai USD25,2 miliar.
Untuk keseluruhan 2017, kinerja impor nonmigas membaik dengan mencatat pertumbuhan sebesar 13,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi 0,9%, ditopang peningkatan pertumbuhan impor riil dan harga impor. Peningkatan pertumbuhan impor riil terjadi pada impor bahan baku dan barang modal seiring menguatnya kebutuhan domestik untuk investasi dan kegiatan produksi.
Kemudian untuk barang dagang umum lain seperti minyak mengalami deficit sebesar USD12,8 miliar pada tahun 2017. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan impor minyak sebesar 27% pada tahun 2017. Sedangkan dari sector gas mengalami surplus sebesar USD0,5 miliar.
Untuk barang lainnya seperti emas nonmoneter juga mengalami peningkatan sebesar 57%.

B. Jasa
Secara keseluruhan, defisit neraca perdagangan jasa pada tahun 2017 meningkat 11,0% menjadi USD7,9 miliar dari USD7,1 miliar pada 2016. Peningkatan defisit neraca jasa tersebut terutama didorong oleh peningkatan pembayaran freight seiring dengan peningkatan impor barang.
Sementara itu, peningkatan defisit neraca jasa yang lebih dalam tertahan oleh meningkatnya penerimaan jasa perjalanan seiring dengan meningkatnya jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia dari 10,86 juta pada 2016 menjadi 12,20 juta pada 2017.

C. Neraca Pendapatan Primer
Defisit neraca pendapatan primer padatriwulan IV 2017 tercatat sebesar USD 7,8 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnyasebesar USD8,9 miliar. Penurunan defisit neraca pendapatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan pembayaran pendapatan investasi portofolio, khususnya bunga surat utang pemerintah. Sementara itu, sesuai dengan pola musimannya, pembayaran bunga pinjaman luar neger,i khususnya pemerintah, tercatat meningkat bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya
Neraca Pendapatan Sekunder Neraca pendapatan sekunder pada triwulan IV 2017 mencatat surplus sebesar USD1,2 miliar, relatif sama dengan capaian triwulan sebelumnya. Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan transfer personal dalam bentuk remitansi tenaga kerja dan neto pembayaran transfer lainnya yang tercatat relatif stabil. Untuk keseluruhan tahun 2017, surplus neraca pendapatan sekunder relatif sama dengan 2016 yaitu sebesar USD45, miliar, terutama dipengaruhi oleh stabilnya penerimaan remitansi neto. Perkembangan tersebut dipengaruhi struktur tenaga kerja migran Indonesia yang lebih baik di tengah menurunnya jumlah TKI yang bekerja di luar negeri seiring perpanjangan moratorium TKI informal ke negara- negara Timur Tengah.
D. Transaksi Modal Dan Finansial
Pada triwulan IV 2017, kondisi pasar keuangan global yang relative kondusif dan berbagai perkembangan positif disisi domestic telah mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia dalam jumlah yang cukup signifikan. Transaksi modal dan finansial mencatat surplus sebesar USD6,5 miliar, sebagian besar bersumber dari surplus investasi langsung. Namun demikian, surplus transaksi modal dan finansial tersebut lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya seiring menurunnya surplus investasi langsung dan investasi portofolio, sementara investasi lainnya mencatat surplus. Untuk keseluruhan tahun, surplus transaksi modal dan finansial 2017 meningkat sejalan dengan prospek ekonomi domestik yang positif dan menariknya imbal hasil aset keuangan domestik. Surplus transaksi modal dan finansial meningkat dari USD29,3 miliar pada 2016 menjadi sebesar USD29,9 miliar pada 2017 didorong oleh kenaikan surplus investasi langsung dan investasi portofoliodi tengah naiknya defisit investasi lainnya.

LAPORAN ANALISIS NERACA PEMBAYARAN 2015-2017 INDONESIA

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Prospek Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2018 dan seterusnya diprakirakan akan tetap dibayangi oleh berbagai risiko global di tengah prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang diprakirakan tetap positif. Defisit transaksi berjalan diprakirakan meningkat terutama didorong oleh meningkatnya impor sejalan dengan membaiknya perekonomian Indonesiam dan meningkatnya harga minyak dunia. Di sisilain, ekspor diprakirakan tetap tumbuh positif didorong oleh perbaikan perekonomian negara-negara mitra dagang di tengah tren peningkatan harga komoditas dunia yang diprakirakan masih terus berlanjut. Selain itu, defisit neraca jasa diprakirakan akan meningkat sejalan dengan meningkatnya impor barang, sementara defisit neraca pendapatan secara keseluruhan diprakirakan sedikit meningkat seiring tetap mengalirnya dana asing ke Indonesia. Dengan demikian, secara keseluruhan defisit transaksi berjalan tahun 2018 diprakirakan akan meningkat namun masih tetap terkendali dalam batas yang aman.

Transaksi modal dan finansial diprakirakan mencatat surplus yang lebih moderat. Hal ini merupakan dampak kondisi ketidakpastian ekonomi global, terutama adanya risiko dari normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju dan kebijakan fiskal pemerintah Amerika Serikat, di tengah perkembangan ekonomi domestik yang terus membaik. Aliran modal masuk secara neto diprakirakan terjadi pada investasi langsung maupun investasi portofolio, sedangkan investasi lainnya diprakirakan akan mengalami defisit.
Ke depan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia bisa saja memburuk jika tidak didukung oleh bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang berhati-hati, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dalam mendorong percepatan reformasi. indikasi yang perlu diwaspadai adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang terpaksa menggerus cadangan devisa untuk transaksi luar negeri.
Bank Indonesia juga akan terus mewaspadai berbagai risiko eksternal dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan.

B. SARAN
Pemerintah harus berhati hati dalam menentukan kebijakan moneter dan fiskal. melemahnya nilai tukar rupiah sekaligus menggerus cadangan devisa serta meningkatkan rasio prosentasi utang terhadap PDB. pemerintah harus benar benar menerapkan makro prudensial yang tepat guna menanggulangi dampak krisis global yang lebih parah yang mungkin terjadi dimasa depan.
Untuk memperoleh data dalam bentuk soft file dapat di unduh link berikut
 ANALISIS NERACA PEMBAYARAN 2015-2017 PEMERINTAH INDONESIA

Belum ada Komentar untuk " ANALISIS NERACA PEMBAYARAN 2015-2017 PEMERINTAH INDONESIA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel