inspiration of life

Poem, Politic, Knowledge, Saints, Education, Advertisement and etc.
selamat datang di blog kami,

ANDA boleh saja mengkopy paste file yang saya tampilkan, tetapi mohon dengan hormat mencantumkan URL/alamat site kami sebagai sumber dari artikel anda.

terima kasih atas kunjungan anda. semoga dapat memberi sedikit inspirasi bagi anda... thanks and have a nice day

Cari Blog Ini

Rabu, 16 Januari 2013

KONSUMERISME PENYELAMAT EKONOMI INDONESIA?

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil dan mengesankan di tahun 2012 dan berlanjut di awal tahun 2013 dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,17% sedikit lebih rendah dibanding tahun kemarin yang berada pada level 6,4% dan 6,3 %. tidak hanya itu ternyata indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi didunia setelah china.
(http://www.tradingeconomics.com/country-list/gdp-annual-growth-rate).
(http://www.tradingeconomics.com/indonesia/indicators)

Dilihat dari asumsi diatas, banyak pengamat ekonomi dunia menganalisa bahwa ekonomi indonesia akan tetap tumbuh menjadi ekonomi raksasa dunia dimasa mendatang, lalu apa yang mendorong mereka begitu yakin atas prospek ekonomi indonesia?

Dalam ilmu ekonomi diketahui bahwa untuk menghitung pendapatan nasional salah satunya menggunakan pendekatan pengeluaran yang diformulakan sebagai berikut:
PENDAPATAN NASIONAL = (Ekspor-import)+ C (population consumption)+ G (government consumption) + I (investment) .

Tentu hal tersebut sudah biasa anda ketahui ketika anda belajar di tingkat SMA. namun tahukan anda, pertumbuhan ekonomi rata-rata di dunia di dorong oleh besarnya ekspor mereka. boleh dikatakan bahwa ekport menjadi kunci dan tulang punggung sebuah perekonomian setiap negara didunia. namun kasus yang terjadi di indonesia adalah yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah. 

Sebagaimana judul diatas, penulis mengambil kata "konsumerisme" untuk menggambarkan betapa kuat pengaruhnya terhadap ekonomi kita, dahulu populasi yang banyak adalah sebuah masalah bagi sebuah bangsa untuk maju, dan konsumerisme memiliki stigma negatif pula terhadap pertumbuhan ekonomi. dualisme tersebut telah menjadi bahan perbincangan di kalangan ekonom dunia.
Bagaimana tidak, konsumerisme dan banyaknya populasi mendorong terjadinya impor barang yang mengakibatkan neraca perdagangan internasional menjadi defisit. tetapi dilain pihak, populasi domestik yang banyak merupakan pasar potensial bagi sebuah bangsa untuk menjual produksinya, untungnya masyarakat indonesia memiliki sifat konsumerisme atau sifat suka jajan yang tinggi sehingga hasil produksi kita bisa terjual meskipun permintaan luar negeri turun karena krisis ekonomi yang melanda eropa dan amerika. 

Kini gaya konsumerisme seolah-olah menjadi ARTIS meski banyak kekurangan di sana-sini, saya berharap pemerintah tidak terlena dengan kondisi ekonomi indonesia yang telah stabil. perlu adanya sebuah observasi pasar untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sehingga kita bisa memetakan produk barang apa yang perlu di produksi. Jika ini dilakukan, indonesia akan menjadi sebuah negara yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakkatnya, bisa jadi negara menjadi negara pengekspor dan bukan lagi pemgimpor sehinggga hal tersebut menjadikan neraca pembayaran internasional menjadi surplus..

Dengan berdasarkan analisa diatas, ada beberapa hal lain yang menjadi nilai tambah yang mempengaruhi pendapatan nasional yaitu ketersediaan lahan produktive untuk proses produksi dan atau aktivitas ekonomi serta item barang tambang.  mengapa demikian? mari kita lihat negara-negaraa maju yang telah kehabisan lahan atau lahannya menjadi terbatas karean telah digunakan sebagai area perumahan penduduk atau area aktivitas bisnis. semakin lama akan menjadi sulit bagi mereka untuk mengembangkan ekonominya, tentu itu tidak terjadi secara langsung tetapi berangsur-angsur akan menjadi masalah yang serius bagi sebuah negara. sebagai contoh adalah jepang. nagara maju yang semakin padat. satu-satunya jalan bagi jepang adalah mengadakan ekspansi pasar dengan mendirikan pabrik-diluar negaranya. Kondisi semacam ini bagaikan sebuah game yang memaksa dilakukan karena mendesak, biar bagaimanapun keterpaksaan bukan sebuah kenyamanan sebuah negara karena semakin banyak resiko yang ditimbulkan.  Beruntung indodesia memiliki wilayah yang luas yang bisa menjadi modal sebuah negara menjadi negara yang kuat,

Kemudian yang kedua adalah hasil tambang, indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. jika ini dikelola dengan baik dan dinasionalisasi tentunya kesejahteraan rakyat akan lebih terealisasi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar