MORALITAS DAN CITRA BANGSA







By : Muhammad Darobi
Indonesia dikenal dengan bangsa yang sopan dan santun bagi sebagian besar orang asing yang pernah singgah diindonesia.  Percampuran berbagai agama, ras dan suku bangsa merupakan sebuah bukti bahwa bangsa ini memiliki nilai history yang luhur. Bhineka tunggal ika yang telah menjadi semboyan sejak ratusan tahun yang lalu telah mengantarkan bangsa ini hingga masa modern yang penuh kecanggihan.

Dimasa yang semua berjalan cepat, kebutuhan materi seolah menjadi kebutuhan nomer satu dibanding hal yang lain. Dengan segala cara manusia Indonesia mengeksporasi  kemampuannya untuk mendapatkan materi. Orang sudah mulai lupa dengan ajaran agamanya sehingga yang buruk menjadi terlihat baik dan yang baik justru terlihat buruk. Orang tidak lagi takut bertindak keji dan dzalim hanya karena urusan perut. Sementara uang telah menjadi raja disetiap hati manusia. Apakah kita tidak menyadari bahwa masih ada sebuah nilai yang lebih berarti dari uang yang telah menjadikan manusia lupa dengan nilai sosialnya?

Gempuran budaya asing telah menelanjangi budaya kita dengan terang terangan. Pemuda dan pemudi kian berani menunjukkan exsistensinya walaupun ia harus mengumbar nafsu didepan semua orang. Kehidupan pribadi yang dahulu masih menjadi persoalan yang tabu telah hilang makna aslinya hanya karena ditegakkannya hak asasi dan emansipasi. Kebebasan yang terjadi sekarang ini bukan sebuah kemajuan untuk sebuah dunia. Degradasi moral yang kian memprihatinkan menciptakan dan menjadikan masyarakat Indonesia berlaku hedonism dan konsumerisme. Siapa yang harus bertanggung jawab akan hal ini?.

Teknologi  modern yang membuat hubungan dan koneksi semakin mudah telah menciptakan dunia baru bagi masyarakat kita. Akses yang mudah didunia luar telah menginspirasi banyak pihak mencari apa yang mereka suka. Ya, internet dan segala perlengkapannya telah merubah dunia ini menjadi semakin dekat. Batas- batas wilayah mampu dijangkau tanpa harus beranjak dari kursi kita. Lalu haruskah kita terlena dengan semua itu?. Mari kita ambil sebuah fakta diindoneia. Internet yang seharusnya digunakan untuk berkreasi dan membuka wawasan kita telah digunakan banyak orang untuk hal hal negative yang seharusnya tidak dilakukan. Bagaimana tidak remaja kita adalah pengakses situs porno terbesar di asia tenggara. Wah luar biasa bukan?. 

"Kita tidak bisa menyalahkan mereka yang terlibat dengan hal itu, tetapi mari kita perbaiki sehingga hal tersebut tidak menjadi konsumsi rutin anda. Sangat disayangkan orangtua sebagai panutan dan guru teladan dirumah tidak secanggih pemuda saat ini. Mereka tidak mampu mengontrol kehidupan anaknya karena perbedaan masa yang telah membuat mereka gaptek".

Tidak hanya itu, munculnya jejaring social telah memberikan akses bagi para pihak untuk berinterakse lebih jauh, bahkan mungkin dijadikan alat untuk tujuan prostitusi. Anda perlu bukti?. Silahkan gabung di salah satu jejaring social, saya kira tidak perlu saya sebutkan namanya. Kemudian search group yang menyediakan konten porno. Silahkan ketik hal hal yang selalu ada dalam pikiran orang dewasa.  Dan silahkan anda cermati disana.ribuan bahkan jutaan orang bergabung dalam komunitas yang menyimpang seksualitasnya. Itulah indoneisa  yang kita cintai.
Jika suatu ketika ada kasus penculikan, pemerkosaan dan lain sebagainya, kita tidak perlu kaget karena itulah dunia kita saat ini. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita mau berbenah diri dan menyadari bahwa kita hidup bukan untuk kesenangan semata. Ada nilai nilai social yang lebih agung dari pada interaksi didunia maya. “HARAPANNYA ADALAH KITA TIDAK TERLALU TERJERUMUS KEDALAM LEMBAH YANG MEMBUAT KITA MENJADI MANUSIA TERJAJAH”.

Belum ada Komentar untuk "MORALITAS DAN CITRA BANGSA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel