inspiration of life

Poem, Politic, Knowledge, Saints, Education, Advertisement and etc.
selamat datang di blog kami,

ANDA boleh saja mengkopy paste file yang saya tampilkan, tetapi mohon dengan hormat mencantumkan URL/alamat site kami sebagai sumber dari artikel anda.

terima kasih atas kunjungan anda. semoga dapat memberi sedikit inspirasi bagi anda... thanks and have a nice day

Cari Blog Ini

Minggu, 10 Januari 2010

RADAR PEMETA BUMI DAN PENYAPU AWAN



TerraSarX memperkenalkan teknologi terbaru untuk pemetaan dengan radar asal Jerman, yang dinyatakan mampu mengatasi awan. Teknologi ini ditawarkan untuk diujicobakan diatas udara Indonesia . sebagai imbalan , mereka menawarkan penyediaan data spacial yang dibutuhkan berbagai lembaga Indonesia dengan system itu, kata peneliti geomatika badan koordinasi survey dan pemetaan nasional, Dr Ade Komara Mulyana di sela seminar teknologi radar antariksa di Jakarta.
Misalnya permintaan data spacial semburan lumpur lapindo Sidoarjo, data spasial kondisi terbaru tentang fenomena geologi, vulkanologi, dan flood dll. Indonesia sudah lama menjadi uji terlengkap berbagai system pemetaan radar yang pernah dikembangkan didunia karena lokasinya di khatulistiwa serta ketertutupan awan yang tinggi sehingga sesuai untuk uji radar yang ditargetkan dapat mengatasi awan. Karena itu sudah saatnya pelaku pemetaan Indonesia tak sekedar menjadi objek, tetapi juga menjadi subyek pemetaan dengan radar dan menyambut uji coba sebagai peluang untuk membantu Indonesia dalam penyediaan data special. Sebelumnya pernah dicoba system satelit Radarsat, ERS, JERS, Envisat,SRTM, maupun system Airboneifsat.
Sementara itu chief Operating Infoterra, Nocolaus Faller mengatakan, system terbaru pemetaan bumi dengan radar dari TerraSarX bisa menjadi pilihan dalam pemetaan geospasialm pada masa mendatang, selain mampu mengatasi masalah ketertutupan awan, juga berbiaya rendah. TerraSarX mampu melakukan pemetaan bumi tanpa terganggu awan dengan biaya hanya 5 dollar per kilometer persegi lebih murah dibandingkan dengan biaya pemotretan udara dengan airbone yang mencapai 40-50 dollar per kilometer persegi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar