inspiration of life

Poem, Politic, Knowledge, Saints, Education, Advertisement and etc.
selamat datang di blog kami,

ANDA boleh saja mengkopy paste file yang saya tampilkan, tetapi mohon dengan hormat mencantumkan URL/alamat site kami sebagai sumber dari artikel anda.

terima kasih atas kunjungan anda. semoga dapat memberi sedikit inspirasi bagi anda... thanks and have a nice day

Cari Blog Ini

Kamis, 11 Juni 2009

Pemilihan Umum Presiden Indonesia.

Semakin dekatnya pemilihan umum presiden di indonesia membuat para calon kandidat presiden dari tiga partai besar pemenang pemilu legislatif kemarin saling berlomba lomba memperkenalkan dirinya ke publik. hal ini bukan hal yang asing dan bukan lagi menjadi rahasia. seiring di deklarasikannya kampanye damai, ketiga calon presiden menyepakati untuk mentaati dan saling menghormati. beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebagai publik adalah semua yang dijanjikan dalam kampanye ketiga calon tersebut adalah baik. intinya mereka ingin membawa indonrsia ke kondisi yang lebih baik, sejahtera, makmur dan damai. namun hal itu kita juga tidak tahu secara pasti bahwa yang namanya janji dan sebuah visi dan misi adalah suatu yang masih abstrak. kita belajar dari sejarah dan pengalaman, kata Bung Karno jangan sekali kali meninggalkan "jas merah" artinya "jangan sekali kali meninggalkan sejarah". yang namanya visi dan misi boleh saja baik tetapi kita juga tidak tahu apakah kondisi indonesia nantinya dalam kondisi yang mendukung.
Seperti contoh, dalam kemenangan pasangan SBY tahun 2004 kemarin menjanjikan dalam 100 harinya akan memberantas ini itu, memberi bantuan ini itu, dan lain sebagainya. tetapi kenyataan yang dihadapi sangat berbeda, terjadinya berbagai bencana, diawali dari stunami, gempa jogja, lumpur lapindo, banjir, dan lain sebagainya. tentunya hal ini bukan salah pemerintahnya tetapi momentnya saja yang kebetulan tidak mendukung. jadi apapun dan siapapun yang akan terpilih sebagai presiden lima tahun kedepan yang terpenting adalah jadilah pemenang yang arif, yaitu pemenang yang mampu menyatukan hubungan politik yang baik diantara calon kandidat lain yang kalah, mampu menyatukan misi dan menerima apa yang di harapkan dari calon lain, sehingga hubungan yang terjadi adalah hubungan mutualisme yang pada hakekatnya memperjuangkan wakil rakyat.
Bagi yang kalah bertanding jadilah seorang negarawan yang bijak, artinya adalah sekali kali mampu menyumbangkan pemikiran pemikiran yang mendukung terwujudnya masyarakat indonesia yang adil yang makmur dan bukan menjadi bumerang yang menyalahkan pihak lain. negarawan yang bisa memberi teguran pada pemerintah jika melakukan kesalahan. negarawan yang dekat dengan masyarakat dan bukan menghitung kerugian dana kampanyenya. Rakyat telah mengelukan pemimpin yang sepenuhnya mewakili rakyat dan bukan pemimpin yang mementingkan golongannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar